ACQUIRING ENGLISH AND IMPLEMENTING IT AS LINGUA FRANCA BY INDONESIAN MOSLEMS TO BE SUCCESS IN CARRYING OUT ASEAN ECONOMIC COMMUNITY (AEC)

Widya Syafitri, Febria Sri Artika

Abstract


Since English was declared as lingua franca and also because more foreign companies established in Indonesia, so mastering English is becoming one of the most important preparations for the Indonesian nation to face AEC (Asean Economic Community). Ofcourse, beside that we have to prepare other things to be succees in this free Asean market. Based on ILO data, the populations of Indonesians that is predominantly Moslems have not been balanced with the quality of education, including the English proficiency of Indonesian labour. Because most of the Indonesian workforces are elementary school graduate and they are more working in an informal sector. This data was reinforced by EF English Proficiency Index (EF EPI) which showed that Indonesian English proficiency is in the 34th position from 44 countries. ASEAN countries with the highest scores use English, namely Singapore, Philippines and Malaysia, with a score of 60.33 - 63.52. while Indonesia, Vietnam, Cambodia and Laos are among those with low English competence with a score of 38.45 - 54.06. It proves that Indonesian people need to improve their English proficiency. Thus, the Kampong Inggris, hopefully, can aid Indonesian moslems to succeed in facing AEC .

 

Semenjak bahasa Inggris dideklarasikan menjadi bahasa pengantar atau bahasa Lingua Franca  dalam perdagangan bebas ASEAN,  juga karena semakin banyaknya perusahaan asing berdiri di Indonesia setelah diberlakukannya  pasar bebas, menyebabkan menguasai bahasa Inggris menjadi salah satu persiapan penting bagi bangsa Indonesia untuk menghadapi MEA (Masyarakat Ekonomi Asia), selain harus mempersiapkan hal lain untuk bisa sukses pada pasar bebas ASEAN ini. Lingua Franca adalah bahasa pergaulan atau bahasa pengantar bagi negara ASEAN yang memiliki bahasa yang berbeda. Lingua Franca dipakai bagi orang-orang yang berasal dari bermacam latar belakang bahasa yang berbeda. Berdasarkan data ILO, jumlah penduduk bangsa Indonesia yang mayoritas beragama Islam, belum seimbang dengan kualitas pendidikan, termasuk kemampuan bahasa Inggris tenaga kerja Indonesia, karena tenaga kerja Indonesia mayoritas masih tamatan Sekolah Dasar dan mereka lebih banyak bekerja di sector tidak formal (informal). Data ini juga diperkuat dengan informasi dari EF English Proficiency Index (EF EPI) yang memperlihatkan bahwa kemampuan bahasa Inggris bangsa Indonesia berada di posisi 34 dari 44 negara. Negara ASEAN dengan skor tertinggi menggunakan bahasa Inggris yaitu Singapura, Filipina dan Malaysia, dengan skor 60.33 – 63.52. sementara Indonesia, Vietnam,  Cambodia dan Laos termasuk negara dengan kompetensi bahasa Inggris rendah dengan skor 38.45 – 54.06. Hal ini membuktikan bahwa perlunya bangsa Indonesia meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris menuju kesuksesan menghadapi MEA. Maka, diharapkan dengan kehadiran program Kampung Inggris bisa membantu muslim Indonesia siap menghadapi MEA.


Keywords


Lingua franca, Indonesian Moslems, Asian economic community

Full Text:

PDF

References


Artika, Febria Sri dan Widya Syafitri, 2018, Pengembangan materi pembelajaran bahasa Inggris berbasis Kecakapan Hidup (life skill) di Pesantren Insan Cendikia Boarding School guna mewujudkan eksistensinya sebagai pesantren bilingual. Unpublished paper

Asean Secretariatˏ “A Blueprint for GrowthASEAN Economic Community 2015: Progress and Key Achievements”ˏ Jakarta: ASEAN Secretariatˏ 2015.

Handayani, Sri, “Pentingnya Kemampuan Berbahasa Inggris dalam Menyongsong ASEAN Community”, Ikatan Sarjana Pendidikan Indonesia (ISPI) Jawa Tengah, Vol. 3, No.1 Mei 2016

K. Breene, “Which countries are best at English as a second language?”, https://www.weforum.org/agenda/2016/11/which-countries-are-best-at-english-as-a-second-language-4d24c8c8-6cf6-4067-a753-4c82b4bc865b/,

Permana Heri, Peningkatan kemampuan berbahasa Inggris dengan konsep ‘kota Inggris’ menyambut MEA 2015, kompasiana 25 Februari 2015

Najib, Muhammad Bagus Ainun, https://www.kompasiana.com/muhammadbagusainunnajib/55531005739773570cfa2ba0/pro-kontra-pasar-bebas-asean-mea-di-indonesia, 9 Mei 2015

N. Shobikah. “The importance of English Language in facing Asean Economic Community (AEC), At-Turats Vol. 11 No.1 (2017) 85 – 93

http://suarajakarta.com/2012/10/14/kesiapan-masyarakat-indonesia-menuju-masyarakat-ekonomi-asean-2015




DOI: http://dx.doi.org/10.30983/islam_realitas.v5i1.1096

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Widya Syafitri

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Islam Realitas : Journal of Islamic and Social Studies
Indexed By:




Creative Commons License
Islam Realitas: Journal of Islamic & Social Studies
Licensed Under a a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License