CONTRIBUTIONS OF KAMPUNG INGGRIS PARE AND ITS IMPLICATIONS FOR UNSKILLED MOSLEM MIGRANT WORKERS

Helfi Helfi

Abstract


The advantages of becoming Indonesian moslem migrant workers abroad (known as TKI) are likely under expectation. Most of the workers engage in the informal sector without proper skills. The income generated from them is marked as the second largest income after the energy sector. Ironically, most of them are regarded as becoming unavailable to access appropriately all form of worker rights. This research is qualitative research that aimed to describe and analyze the problem which relates to the circumstance of the people of Kediri who have the hight interest of working abroad at informal sector particularly, but without proper skills. The establishment of Kampung Inggris (Village for Learning English) located in Pare, the district of Kediri in East Java offers the people of Kediri many business opportunities since many visitors come to spend their money and time to learn English in Kampung Inggris. It is a highly potential circumstance that can be managed to transform a new economic sector behind the existing sectors such as the existing agricultural sector.  This research is qualitative research in the form of field research which is narrated analytically descriptively. This study attempts to capture directly how inequality occurs in Kediri people who have a strong interest in becoming an informal worker who does not have adequate skills abroad.The development of English villages in Kediri Regency is a promising business space for indigenous people and other communities around Kediri. The presence of academic tourists to study English has become a prospective economic gap. Ranging from regional tours to culinary, from lodging to bicycle sports, from laundry to stationery. A local potential that has gone international to change the agrarian economy towards a skill-based economy with various subsectors that can be developed with various variants in it.

 

Ngaung indahnya jadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) memang tidak semanis yang dirasakan. Terutama Tenaga Kerja Wanita (TKW) yang bergerak di sector informal tanpa skill yang memadai. Mereka dipuji negara karena dianggap penyumbang devisa yang signifikan. Uang yang mengalir ke Indonesia berada pada peringkat ke dua terbesar setelah devisa dari sector migas. Di negara sana, mereka dijajah lahir dan batin, tapi ketika meninggal, mereka “dibiarkan”. Sebuah resiko yang tidak berimbang. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dalam bentuk penelitian lapangan yang dinarasikan secara deskriptif analitis. Penelitian ini mencoba memotret langsung bagaimana terjadinya ketimpangan dalam masyarakat Kediri yang mempunyai animo yang kuat untuk menjadi TKI/TKW informal yang tidak memiliki skill memadai ke luar negeri. Perkembangan kampung Inggeris  di Kabupaten Kediri menjadi ruang usaha yang menjanjikan bagi pribumi dan masyarakat lain di sekitar Kediri. Kehadiran wisatawan akademik untuk belajar bahasa Inggeris menjadi celah ekonomi yang prospektif. Mulai dari wisata daerah hingga kuliner, dari penginapan hingga olah raga sepeda, dari laundry hingga alat-alat tulis. Sebuah potensi lokal yang telah go internasional untuk mengubah ekonomi agraris menuju ekonomi berbasis skill dengan berbagai subsector yang dapat dikembangkan dengan berbagai varian di dalamnya.


Keywords


Moslem migran worker, Unskill, Kampung Inggris, Local economic

Full Text:

PDF

References


Ambaretnani, Prihatini, dan Selly Riawanti, (1999), Upaya Meningkatkan dan Melindungi Kesehatan Reproduksi TKIW. Yogyakarta: Galang Press.

Anitasari, Kusnul Dwi, (2013), Dari Desa Menjadi Kampung Inggris (kajian Sejarah Perekonomian Desa Tulungrejo Pare Kediri 1977-2011, Malang, UM Press.

Antasari, Ni Luh Sili, Pengaruh Pendapatan, Pendidikan dan Remitan terhadap pengeluaran Kosumsi Pekerja Migran Nonpermanen di Kabupaten Bandung, Piramida, Vol.1, No. 2, 2008.

Azeharie, Suzy, Pola Komunikasi antara Pedagang dan Pembeli di Desa Pare, Kampung Inggris Kediri, Jurnal Komunikasi, Vol. 7, No. 2, 2015.

Budi, Valiant, (2011), Kedai 1001 Mimpi, Kisah Nyata Seorang Penulis yang Menjadi TKI. Jakarta: Gagasmedia.

Busyairi, Mufid A, (2008), Republik Salah Urus Menguak Nasib Buram Petani Indonesia. Jakarta: PT Wahana Semesta Intermedia.

ELLA, Brosur, Your Great Learning Experience, ELLA English Learning Course, Program and pendaftaran.

Fakih, Mansour, (2010), Bebas dari Neoliberalisme, Yogyakarta: Insist Press.

F, Zacky Nouval, dkk, (2010), Petaka Politik Pangan Indonesia, Konfigurasi Kebijakan Pangan yang Tak Memihak Rakyat, Malang, Intrans Publishing.

http://www.Antarajatim.com. Remitansi TKI melalui kantor pos Kediri naik 30 persen.

http://www.bnp2tki BNP2TKI Penempatan TKI. Diakses hari Sabtu tanggal 5 Maret 2016.

http://www.bnp2tki.go.id/ 9801/Sepanjang-2014-BNP2TKI Mencatat Penempatan TKI tahun 2014.

Jubilee enterprise, (2008), 101 Tip & Trik Mencari Kerja Online, Jakarta: PT Elex Media Komputindo.

Primawati, Anggraeni, Remitan sebagai Dampak Migrasi Pekerja ke Malaysia Sosio Konsepsia. Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial, Vol. 16, No. 2, Mei-Agustus, 2011.

Setiadi, Elly M, (2011), Pengantar Sosiologi, Pemahaman Fakta dan Gejala Permasalahan Sosial: Teori, Aplikasi, dan Pemecahannya, Jakarta: Kencana Predana Media Group.

Sudjana, Eggi, (2009), Melepas Ranjau TKI, Strategi Pemberdayaan Buruh Migran, Jakarta: RM Books.




DOI: http://dx.doi.org/10.30983/islam_realitas.v5i1.936

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Helfi Helfi

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Islam Realitas : Journal of Islamic and Social Studies
Indexed By:




Creative Commons License
Islam Realitas: Journal of Islamic & Social Studies
Licensed Under a a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License