HAK WARIS ANAK LAKI-LAKI TERTUA DALAM HUKUM ADAT LAMPUNG PEPADUN PERSPEKTIF GENDER (STUDI DI TEGINENENG KABUPATEN PESAWARAN)

Habib Ismail(1*), Hasyim Asy'ari(2), Agus Setiawan(3)
(1) Institut Agama Institut Agama Islam Ma’arif NU (IAIMNU) Metro Lampung
(2) Institut Agama Institut Agama Islam Ma’arif NU (IAIMNU) Metro Lampung
(3) Institut Agama Institut Agama Islam Ma’arif NU (IAIMNU) Metro Lampung
(*) Corresponding Author
DOI : 10.30983/alhurriyah.v4i1.938

Abstract

The existing Lampung Indigenous Peoples Pepadun in Tigeneneng sub-district, Kab. Pesawaran, adheres to a patrilneal kinship system. This means that the oldest son is an absolute heir in the implementation and management of inheritance with the highest customary title, namely balancing. Whereas for the female heirs, they were not given the right of authority in management, because in the adat of Lampung Province the daughters were considered unable to manage inheritance and daughters when they were married, so they would change their customary titles and would follow their husbands. This type of research is a field using a qualitative approach by analyzing data inductively. The result of this research is that the system applied in the distribution of inheritance rights to the eldest child in the Lampung tribal community, is clearly very contrary to the principle of gender equality and justice. Juridically normative equality and gender justice have been regulated in Islamic Law and International Convention (CEDAW). Even though juridically, girls have the same rights as boys in managing inheritance left by both parents.

Keywords


Inheritance Rights of Terua Boys, Traditional Lampug Pepadun, Gender

References


Abd. Halim K. “Konsep Gender Dalam Al-Quran (Kajian Tafsir tentang Gender dalam QS. Ali Imran [3]:36).” Jurnal Al-Maiyyah 7, no. 1 (2014): 1–16.

Agustina, Arifah Millati. “Hak-hak perempuan dalam pengarusutamaan ratifikasi cedaw dan maqāṢid asy-syarī‘ah.” Al-Ahwal: Jurnal Hukum Keluarga Islam 9, no. 2 (31 Juli 2017): 201. https://doi.org/10.14421/ahwal.2016.09205.

Ash-Shabuni, Muhammad Ali. Pembagian Waris Menurut Islam. Jakarta: Gema Insani Press, 1995.

Asri Thaher. “Sistem Pewarisan Kekerabatan Matrilineal Dan Perkembangannya Di Kecamatan Banuhampu Pemerintahan Kota Agam Propinsi Sumatera Barat.” PhD Thesis, Universitas Diponegoro, 2006.

Astuti MR, Juli. “Kedudukan Anak Luar Kawin Dalam Pewarisan Adat Di Kecamatan Colomadu Kabupaten Karanganyar.” PhD Thesis, Universitas Diponegoro, 2004.

Baqi, Muhammad Fu’ad Abdul. Mutiara Hadits Shahih Bukahri Muslim. Surabaya: Bina Ilmu, t.t.

Departemen Agama RI. Al-Qur’an dan Terjemahnya. Bandung: CV. J-ART, 2005.

Djamaluddin, Ahdar. “Gender Dalam Perspektif Al-Qur’an.” Jurnal Al-Maiyyah 8, no. 1 (2015): 26.

Djazuli, H.A. Kaidah-Kaidah Fikih Islam dalam Menyelesaikan Masalah-masalah yang Praktis. Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2011.

Febra, Atiansya, Rachmad Budiono, dan Chusen Bisri. “Sistem Perwarisan Masyarakat Adat Saibatin Dalam Keluarga Yang Tidak Mempunyai Anak Laki-Laki (Studi Di Kota Bandar Lampung),” t.t., 22.

Fikri & Wahidin, Fikri & Wahidin. “Konsepsi Hukum Waris Islam Dan Hukum Waris Adat (Analisis Kontekstualisasi dalam Masyarakat Bugis).” Al-Ahkam: Jurnal Ilmu Syari’ah dan Hukum 2, no. 2 (8 Januari 2017). https://doi.org/10.22515/al-ahkam.v2i2.500.

———. “Konsepsi Hukum Waris Islam dan Hukum Waris Adat (Analisis Kontekstualisasi dalam Masyarakat Bugis).” Al-Ahkam: Jurnal Ilmu Syari’ah dan Hukum 2, no. 2 (8 Januari 2017). https://doi.org/10.22515/al-ahkam.v2i2.500.

Ghani, Abdul. “Wawancara dengan Kepala Keluarga Adat Lampung Pepadun.” Bumi Agung, Kec. Tigeneneng, Kab. Pesawaran, 15 Desember 2018.

Hadi, Samsul. “Peralihan Agama Sebelum Pembagian Warisan Menurut Ibnu Taimiyah.” Al-Ahwal 6, no. 1 (2013): 12.

Hadikusuma, Hilman. Hukum Waris Adat. Bandung: Citra Aditya Bakti, 1990.

———. Pengantar Ilmu Hukum Adat Indonesia. Bandung: Mandar Maju, 1992.

Handayani, Trisakti dan Sugiyarti. Konsep dan Teknik Penelitian Gender. Malang: UMM Press, 2006.

Haniru, Rahmat. “Hukum waris di indonesia perspektif hukum islam dan hukum adat.” Al-hukama’ 4, no. 2 (2014): 456–474.

Haries, Akhmad. “Analisis Tentang Studi Komparatif Antara Hukum Kewarisan Islam dan Hukum Kewarisan Adat.” FENOMENA 6, no. 2 (2014): 217–230.

Haryati, Nur Homsah. “Kesetaraan Gender Dalam Pembagian Harta Waris Perspektif Kyai Pesantren Roudlotul Jannah (Studi di Desa Bangunrejo Kecamatan Bangunrejo Kabupaten Lampung Tengah).” Institut Agama Islam Negeri Raden Intan Lampung, 2017.

Ilyas. “Kedudukan Ahli Waris Nonmuslim terhadap Harta Warisan Pewaris Islam Ditinjau dari Hukum Islam dan Kompilasi Hukum Islam,” no. 65 (2015): 15.

Jalil, Jalil. “Wawancara dengan Salah Satu Anak Pepadun dengan Gelar Adat Pangeran.” Desa Rejo Agung Kec. Tigeneneng, Kab. Pesawaran, 21 Desember 2018.

Jamaa, La. “Dimensi Ilahi dan Dimensi Insani dalam Maqashid al-Syari’ah” 45 (2011): 20.

Jamilah, Fitrotin. “Penganiayaan Berat Sebagai Penghalang Kewarisan (Studi Komperatif Fiqih Dan Khi),” 2014, 12.

Komari. “Eksistensi Hukum Waris Di Indonesia: Antara Adat Dan Syariat.” Asy-Syari’ah 17, no. 2 (Agustus 2015): 158–72.

M. Syifa’uddin, Achmadi. Pintar Ilmu Faraidl Pilihan Tepat Meredam Sengketa Harta Waris. Cet. 1. Surabaya: Khalista, 2006.

Mahmudah, Masrurotul. “Kajian Gender dalam Ayat-Ayat Qur’an Perspektif Hak Asasi Manusia.” Fikri 2, no. 1 (Juni 2017): 204–30. https://doi.org/10.25217/jf.v2i1.

Mukhlishin, A, Nur Alfi Khotamin, Ari Rohmawati, dan Ariyanto Ariyanto. “Studi Hukum Islam Terhadap Kewarisan Masyarakat Adat Semendo Kabupaten Lampung Barat Di Era Kontemporer.” ULUL ALBAB Jurnal Studi Islam 18, no. 1 (31 Juli 2017): 84. https://doi.org/10.18860/ua.v18i1.4125.

Muslikhati, Siti. Feminisme dan Pemberdayaan Perempuan dalam Timbangan Islam. Jakarta: Gema Insani, 2004.

Nurita, Riski Febria. “Kajian Hukum Terhadap Representasi Kepemimpinan Wanita Sebagai Wujud Birokrasi Yang Profesional.” Jurnal Cakrawala Hukum 8, no. 2 (28 Desember 2017). https://doi.org/10.26905/idjch.v8i2.1675.

Rahman, Fatchur. Ilmu Waris. Crt. 3. Bandung: PT. Al-Ma’arif, 1994.

Rahminita, Siti Hediati. “Implementasi Konvensi Penghapusan Segala Bentuk Diskriminas Terhadap Perempuan (Cedaw) Dan Korelasinya Terhadap Ketidaksetaraan Gender Di Cina.” JURNAL ILMU SOSIAL 16, no. 1 (14 November 2017): 41. https://doi.org/10.14710/jis.16.1.2017.41-46.

Rohayana, Ade Dedi. Ilmu Qawa’id Fiqhiyyah Kaidah-kaidah Hukum Islam. Jakarta: Gaya Media Pratama, 2008.

Rusyd, Ibnu. Bidayatul Mujtahid Analisis Fiqih Para Mujtahid. Jilid. 3, Cet. III. Jakarta: Pustaka Amani, 2007.

Sabiq, Sayyid. Fiqih Sunnah. Jilid 4, Cet. II. Jakarta: Pena Pundi Aksara, 2007.

Saebani, Beni Ahmad. Fiqh Mawaris. Cet. 1. Bandung: CV. Pustaka Setia, 2009.

———. Fiqh Mawaris. Cet.3. Bandung: CV. Pustaka Setia, 2015.

Sanjaya, Umar Haris. “urgensi (politik hukum) hukum kewarisan di indonesia mengacu pada kompilasi hukum islam (dikaitkan dengan undang-undang no. 3 tahun 2006 tentang peradilan agama).” Jurnal Yuridis 1 (2014): 12.

Shihab, M. Quraish. Membumikan AL-Qur’an: Fungsi dan Peran Wahyu dalam Kebudayaan Masyarakat ). Cet. IV. Bandung: Mizan, t.t.

Siri, Hasnani. “Gender Dalam Perspektif Islam.” Jurnal Al-Maiyyah 07, no. 2 (2014): 20.

Soekamto, Soejono. Pengantar Hukum Adat Indonesia. Jakarta: Rajawali, 1993.

Soekonto, Soerjono. Penelitian Hukum. Cet. XIII. Jakarta: UII Press, 1986.

Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta, 2014.

Suparman, Eman. Hukum Waris Indonesia dalam Perspektif Islam, Adat dan BW. Jakarta: Refika Aditama, 2005.

Suwarnatha, I Nyoman Ngurah. “Hak Konstitusional Perempuan Dalam Partisipasi Politik Di Indonesia.” Jurnal Konstitusi 1, no. 1 (Juni 2011).

Umar, Nasaruddin. Perspektif Jender dalam Al-Qur’an, Disertasi,. Jakarta: Program Pascasarjana IAIN Syarif Hidayatullah, 1999.

Umar, Nasaruddin, Suparman Syukur dkk. Bias Gender Dalam Pemahaman Islam. Yogyakarta: Gema Media, 2002.

Umum, Dian Khairul. Fiqih Mawaris. Bandung: Pustaka Setia, 1999.

Valentina, Angelia Maria, dan Elisabeth Dewi. “Implementasi CEDAW tentang Penghapusan Diskriminasi Perempuan : Studi Kasus Pemilu di Indonesia Tahun 2009 dan 2014.” Jurnal Ilmiah Hubungan Internasional 13 (23 Agustus 2017): 1. https://doi.org/10.26593/jihi.v13i1.2669.1-15.

Wignjodipoero, Soerojo. Pengantar dan Asas-Asas Hukum Adat. Jakarta: PT. Toko Gunung Agung, 1995.

Yani, Achmad. Faraidh & Mawaris Bunga Rampai Hukum Waris Islam. Jakarta: Kencana, 2016.

Zubeir, Rusdi. “Gender Dalam Perspektif Islam.” AN NISA’A 7, no. 2 (2012): 15.


Article Statistic

Abstract view : 53 times