Gus Dur's thought about Accommodation Of Islamic Law and Culture

Suardi Kaco H(1*), Busrah Busrah(2)
(1) Universitas Al Asyariah Mandar
(2) Al-Asyariah University of Mandar
(*) Corresponding Author
DOI : 10.30983/alhurriyah.v6i2.4995

Abstract

This paper is a study of Gus Dur's thoughts on the accommodation of Islamic law and culture. The research method used is the library research method by analyzing the data qualitatively. In this study it was found that Gus Dur is a contemporary Islamic law thinker whose Islamic legal thought is accommodating to culture. In his thinking, Gus Dur used ushul fiqh, qaidah fiqh, and maqashid syariah in responding to personal problems that occurred in Indonesia. One of the cases that Gus Dur responded to within the cultural framework was zakat law, Islamic marriage law, and islamic inheritance law. In these cases, in Gus Dur's view, the law may be applied with cultural instruments, in this case is customs (adat).

 

Tulisan ini meneliti pemikiran Gus Dur tentang akomodasi hukum Islam dan kebudayaan. Metodo penelitian yang digunakan, yakni metode penelitian kepustakaan (library research) dengan menganalisis data secara kualitatif. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa Gus Dur adalah pemikir hukum Islam kontemporer yang pemikiran hukum Islamnya akomodatif terhadap kebudayaan. Gus Dur dalam pemikirannya banyak menggunakan ushul fiqh, qaidah fiqh, dan maqashid Syariah dalam merespon persoalan-persoalan hukum yang terjadi di Indonesia. Salah satu kasus yang direspon oleh Gus Dur dalam kerangka kebudayaan adalah zakat, perkawinan, dan kewarisan. Kasus-kasus ini, dalam pandangan Gus Dur, hukumnya boleh diaplikasikan dengan perangkat kebudayaan, dalam hal ini adalah adat.

 

 

Keywords


Gus Dur; Accommodation; Islamic Law; Culture

References


Agama, Kementerian, Terjemah Al-Qur’an, Jakarta: Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama, 2019.

Badan Amil Zakat Nasional, Fikih Zakat Kontekstual Indonesia, Cet. I; Badan Amil Zakat Nasional: Jakarta Pusat, 2018.

Fitriah, Ainul “Pemikiran Abdurrahman Wahid tentang Pribumisasi Islam” Teosofi Jurnal Tasawuf dan Pemikiran Islam 3, no. 1 (2013).

Harahap, Sumper Mulia, “Akomodasi Hukum Islam terhadap Kebudayaan Lokal: Studi terhadap Masyarakat Muslim Padangsidimpuan” Istinbath Jurnal of Islamic Law/Jurnal Hukum Islam 15, no. 2 (2016).

Hervina, Akhmad Haries, “Pandangan Ulama tentang Hukum Surung Sintak pada Pelaksanaan Zakat Fitrah di Kota Samarinda” Fenomena 5, no. 2 (2013).

Kaco. H, Suardi, “Fiqh Lokalitasi: Integrasi Hukum Islam dan Budaya Lokal (Studi Pemikiran Hukum Islam Kontekstual Abdurrahman Wahid” J-Alif Jurnal Penelitian Hukum Ekonomi Syariah dan Sosial Budaya Islam 4, no. 1, (2019).

Khallaf, Abdul Wahhab, īlmu ushul fiqh, Kairo: Maktabah al-Da’wah al-Islamiyah Syabab Al-Azhar, tt.

Koto, Alaiddin, Filsafat Hukum Islam, Cet. II; Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2013.

Muhajir, Afifuddin, Fiqh Tata Negara: Upaya Mendialogkan Sistem Ketatanegaraan Islam, Cet. I; IRCiSoD: Yogyakarta, 2017.

Muzadi, Muchit, “Tidak Mungkin Agama Terlepas dari Tradisi Lokal” (Wawancara), Tashwirul Afkar, no. 23 (2007).

Rochaeti, Etty, “Analisis Yuridis tentang Harta Bersama (Gono-Gini) dalam Perkawinan menurut Pandangan Hukum Islam dan Hukum Positif” Jurnal Wawasan Hukum 28, no. 1 (2013).

Sarjana, Sunan Autad., dan Imam Kamaluddin Suratman, “Konsep ‘Urf dalam Penetapan Hukum Islam” Tsaqafah Jurnal Peradaban Islam 13, no. 2 (2017).

Wahid, Abdurrahman, Pergulatan Negara, Agama, dan Budaya, Depok: Desantara, 2001.

--------, Islam Kosmopolitan: Nilai-nilai Indonesia dan Trasformasi Kebudayaan, Jakarta: the Wahid Institute, 2007.

Yulia, Buku Ajar Hukum Adat, Cet. I; Lhokseumawe: Unimal Press, 2016.

Zainuddin, Faiz, “Konsep Islam tentang Adat: Telaah Adat dan Urf sebagai Sumber Hukum Islam” Jurnal Lisan al-Hal 9, no. 2 (2015).


Article Statistic

Abstract view : 16 times
PDF views : 3 times

How To Cite This :

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2022 Suardi Kaco H

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.