Ritual and Pandemic: The Suluk Tradition of the Tarekat Naqsyabandiyah Bukittinggi Amid the Covid-19


Authors :
(1) Adlan Sanur Tarihoran Mail (Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi, Indonesia)

Abstract


This article analyzes the suluk tradition carried out in Surau Tarbiyah Tengah Sawah Bukittinggi during the Covid-19 Pandemic with health protocol regulations. This study uses a qualitative method. Data were collected through observation, interviews and also documentation. The data analysis technique was descriptive analytic as described by Schaltzman and Strauss from the three data interpretation models. The results showed that the Tarekat Naqsyabandiyah in performing suluk at Surau Tarbiyah Tengah Sawah Bukittinggi was still running as usual. However, during the time of Covid-19 with strict health protocols. Surau provides a place to wash hands, measure temperature, and are required to wear masks. When carrying out the suluk ritual, each individual is ensured of safety by staying at a safe distance. In the context of mysticism, the reduction in mobility does not occur. It is because suluk is a negation of mobility itself. The ritual of suluk during the pandemic is following the presentation of the murshid that the existence of performing rituals has become a means of self-quarantine for the Tarekat Naqsyabandiyah. The goal is to avoid disease and increase faith and body immunity through remembrance worship.

Artikel ini bertujuan untuk mengetahui tentang tradisi suluk yang dilakukan di Surau Tarbiyah Tengah Sawah Bukittinggi pada masa Pandemi Covid-19 yang mensyaratkan adanya protokol kesehatan. Jenis penelitian ini adalah kualitatif analisi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan juga dokumentasi. Teknik analisis data dengan deskriptif analitik sebagaimana yang dikemukan oleh Schaltzman dan Strauss dari tiga model penafsiran data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jamaah Tarekat Naqsabandiyah dalam melakukan suluk di Surau Tarbiyah Tengah Sawah Kota Bukittinggi masih tetap berjalan seperti biasa pada masa Covid-19 dengan protocol kesehatan yang ketat. Surau menyediakan tempat mencuci tangan, pengukur suhu dan wajib memamakai masker. Dalam hal menjaga jarak karena di tempat suluk ada tempat masing-masing jadi tentu tetap terjaga. Mengurangi mobilitas tentu tidak terjadi karena mereka bersuluk itu tidak adanya mobilitas. Ritual bersuluk pada masa Pandemi sesuai dengan penyampaian mursyid bahwa dengan adanya kegiatan bersuluk menjadi sarana karantina mandiri bagi jamaah tarekat Naqsabandiyah untuk terhindar dari penyakit serta dengan adanya zikir yang kuat meningkatkan daya iman dan imun tubuh.


Keywords


Covid-19 pandemic; Ritual; Suluk; Self quarantine;Tarekat Naqsyabandiyah.

Full Text:

PDF

| DOI: http://dx.doi.org/10.30983/fuaduna.v5i2.4988

References

Arrasyid, Arrasyid. “Tasawuf Dan Problematika Modernitas: Menimbang Maqamat Dan Ahwal Abu Nashr as-Sarraj.” Jurnal Fuaduna : Jurnal Kajian Keagamaan Dan Kemasyarakatan 4, no. 1 (June 30, 2020): 70. https://doi.org/10.30983/fuaduna.v4i1.2662.

Birohmatika, Misykah N., and R. Rachmy Diana. “Makna Suluk Pada Lansia Anggota Jamaah Tarekat Naqsyabandiyah.” Psikologika : Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Psikologi 17, no. 2 (August 21, 2012): 39–51. https://doi.org/10.20885/psikologika.vol17.iss2.art5.

Bruinessen, Martin Van. Kitab Kuning, Pesantren, Dan Tarekat: Tradisi-Tradisi Islam Di Indonesia. Bandung: Mizan, 1995.

Chairullah. “Genealogi Spritual Sufism Naqsyabandiyah Khalidiyah Di Minankabau Berdasarkan Naskah Ijazah Dan Karasteristik Ijazahnya.” Turast: Jurnal Penelitian Dan Pengabdian 4, no. 1 (2016): 22–34.

Hadi, Syofyan. “Tarekat Naqsyabandiyah Khalidiyah Di Minangkabau: Tela’ah Teks Al-Manhal Al-’Adhb Li-Dhikr Al-Qalb.” Jurnal Manassa Manuskripta 1, no. 2 (2011): 123–69.

Hamka. Ayahku. 3rd ed. Jakarta: Uminda, 1963.

Hilmi, Akhmad Robittul, and Aceng Wandi Wahyudin. “Analisis Manfaat Dzikir TarekatTerhadap Kestabilan Emosi Masyarakat Di Era Pandemi Covid-19.” Istiqamah:Jurnal Ilmu Tasawuf 1, no. 2 (2020). http://jurnal.iailm.ac.id/index.php/istiqamah/article/view/299.

Ilyas, Ahmad Fauzi. “Syekh Ahmad Khatib Minangkabau Dan Polemik Tarekat Naqsyabandiyah Di Nusantara.” Journal of Contemporary Islam and Muslim Societies 1, no. 1 (September 19, 2017). https://doi.org/10.30821/jcims.v1i1.1008.

Ma’sum, Muhammad Asrori. “Implementasi Sufi Healing Pada Era New Normal Pandemi Covid-19 Dalam Menjaga Kondisi Homeostasis Tubuh Masyarakat.” Muróbbî: Jurnal Ilmu Pendidikan 4, no. 1 (March 31, 2020): 103–20. https://doi.org/10.52431/murobbi.v4i1.304.

Machfudz, Anas S. Makalah Metodologi Penelitian. Bukittinggi: P3M STAIN Bukittinggi, 2005.

Moleong, Lexy J. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 1998.

Munandar, S A. “The Role of Tarekat Qadiriyah Wa Naqsyabandiah in the Era of Covid-19 Pandemic.” Jurnal Moderasi 1, no. 1 (2021). http://ejournal.uin-suka.ac.id/ushuluddin/moderasi/article/view/2928.

Nursalikah, Ani. “Suluk Tarekat Naqsyabandiyah Ditiadakan.” Republika.co.id, 2020. https://republika.co.id/berita/q91fev366/suluk-tarekat-Naqsyabandiyah-ditiadakan.

Rafikah. “Perkembangan Sufism Di Minangkabau Awal Abad Ke Dua Puluh.” Jurnal Analisa 3, no. 1 (2006).

Depag RI. Ensiklopedi Islam. Jakarta: PT Intermasa, 1994.

———. Panduan Penelitian Di PTAI. Jakarta: Direktorat Pendidikan Tinggi Islam, 2008.

Sholihah, M, M A Maarif, and M S Romadhan. “Konseling Islam Dengan Dzikir Tarekat Qadiriyah Naqsyabandiyah: Mengatasi Kegelisahan Jiwa Dan Bathin.” Al-Afkar, Journal For Islamic Studies 4, no. 2 (2021): 299–317. https://al-afkar.com/index.php/Afkar_Journal/article/view/143.

Sunandar, Budi. “Di Tengah Wabah Corona, Jemaah Sufism Naqsyabandiyah Gelar Salat Tarawih Rabu Malam.” sumbar.inews.id, 2020. https://sumbar.inews.id/berita/di-tengah-wabah-corona-jemaah-tarekat-Naqsyabandiyah-gelar-salat-tarawih-rabu-malam.

Suryanegara, Ahmad Mansur. Menemukan Sejarah Wacana Pergerakan Islam Di Indonesia. Bandung: Mizan, 1995.

Susilo, Adityo, Cleopas Martin Rumende, Ceva Wicaksono Pitoyo, Widayat Djoko Santoso, Mira Yulianti, Herikurniawan Herikurniawan, Robert Sinto, et al. “Coronavirus Disease 2019: Tinjauan Literatur Terkini.” Jurnal Penyakit Dalam Indonesia 7, no. 1 (April 1, 2020): 45. https://doi.org/10.7454/jpdi.v7i1.415.

Tarihoran, Adlan Sanur. “‘Maliek Bulan’ Sebuah Tradisi Lokal Pengikut Sufism Syattariyah Di Koto Tuo Agam.” : : Journal of Islamic & Social Studies 1, no. 1 (2015): 33–44. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.30983/islam_realitas.v1i1.10.

———. “Mengukuhkan Metode ‘Urf Kelompok Dalam Melanggengkan Keberagamaan Untuk Penentuan Bulan Qamariyah Tareqat Syatthariyyah Di Sumatera Barat.” Al-Hurriyah: Jurnal Hukum Islam 12, no. 2 (2016): 127–44.

Yusuf, S Maryam. “Intersubyektifity of Khalwat (Suluk) Members in the Tarekat Naqsyabandiyah Khalidiyah Ponorogo.” Indonesian Journal of Islam and Muslim Societies 10, no. 1 (May 29, 2020): 103–26. https://doi.org/10.18326/ijims.v10i1.103-126.

Zahra, Vinola Syawli. “SULUK TRADITION (Study of the Naqsyabandiyah Congregation in the Gunung Sahilan Village, Gunung Sahilan District, Kampar District)” 7 (2020): 1–15.

Zainal, Zainal. “Pendidikan Islam Dalam Gerakan Intelektual Tarekat Naqsyabandiyah Sumatera Barat Di Abad XX.” Ta’dib 15, no. 1 (September 28, 2016). https://doi.org/10.31958/jt.v15i1.221.

Interviews

Azwar Dt. Bagindo (Mursyid), Interview, 9 November 2021.

Busyro (Mursyid), Interview, 9 November 2021.




DOI: http://dx.doi.org/10.30983/fuaduna.v5i2.4988

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Adlan Sanur Tarihoran

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Fuaduna : Jurnal Kajian Keagamaan dan Kemasyarakatan
Indexed By: