TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP LEGALITAS ABORSI AKIBAT PEMERKOSAAN (Studi terhadap Peraturan Pemerintah Nomor 61 Tahun 2014 Pasal 31 huruf b )

Agusrimanda Agusrimanda

Abstract


Menurut hukum Islam praktik aborsi dilarang karena sama saja dengan membunuh manusia, aborsi hanya dapat dilakukan karena kedaruratan Medis. Menurut Peraturan Pemerintah No.61 tahun 2014 pasal 31 huruf b tentang kesehatan reproduksi, praktik aborsi dilegalkan bagi korban pemerkosaan, untuk menyembuhkan phisikis korban pemerkosaan yang hamil yang tidak dapat dikatakan sebagai kedaruratan., selain bertentangan dengan hukum islam, aborsi tidak dapat dijadikan sebagai solusi untuk mengembalikan korban pemerkosaan yang hamil untuk bisa kembali bangkit dari tekanan mental atau phsikis menanggung beban malu ditengah masyarakat. Metode penelitian yang penulis gunakan adalah suatu cara yang digunakan dalam mengumpulkan data yang dibandingkan dengan ukuran standar yang telah ditentukan. Jenis penelitian yang penulis gunakan adalah jenis penelitian Pustaka (library research) yaitu, mengumpulkan data-data, membaca, menelaah mencatat dan analisa untuk membangun pengetahuan melalui pemahaman dan penemuan.v Sumber data yang penulis gunakan yaitu sumber Sumber data primer.Sumber data primer yaitu sumber data yang diperoleh langsung dari sumber utama. Berdasarkan hasil penelitian maupun pembahasan dan analisis data yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan, bahwa dampak negatif legalitas aborsi akibat pemerkosaan lebih besar dibandingkan dampak positif sehingga aborsi akibat pemerkosaan dilarang, hukum asal aborsi menurut hukum Islam pada Maqashid syariah dilarang (haram), perlu sekiranya peninjauan kembali PP No. 61 tahun 2014 pasal 31 huruf b terhadap legalitas aborsi akibat pemerkosaan

Keywords


Hukum Islam, Aborsi, Pemerkosaan

Full Text:

PDF

References


M.Hamdan Rasyid,M.A. Fiqih Indonesia Himpuna Fatwa-fatwa Aktual, (Jakarta : PT.Al-Mawardi Prima, 2003.

Zalbawi, Soenanti. Jurnal: Masalah Aborsi di Kalangan Remaja. (Jakarta: Media Litbang Departemen Kesehatan. 2002.

Dewi Indraswati, “Fenomena Kawin Muda dan Aborsi: Gambaran Kasus” dalam Hasyim, S, Menakar ‘Harga Perempuan”. Jakarta: Mizan,1999.

Muhammad Abu Zahrah, U_hūl al-Fiqh, (Kairo: Dar al-Fikr al-‘Arabi, t.t).Saifullah, “Abortus dan Permasalahannya (Suatu Kajian Hukum Islam)” dalam Problematika Hukum Islam Kontemporer, (Jakarta: Pustaka Firdaus dan LSIK, 2002.

_____________________ Ushul al Fiqh, Mesir : Darul Fikri al Warabi, 1985. Muslich, Ahmad Wardi, Pengantar Asas Hukum Pidana Islam, “ Fiqh Jinayah,” Jakarta : Sinar Grafika, 2006.

Abdul Azis Dahlan, et al. (ed.), Ensiklopedi Hukum Islam, Jilid 1 (Cet. I; Jakarta: Ichtiar Baru van Hoeve, 1996).

H. Masjfuk Zuhdi, Masail Fiqhiyah, Jakarta: Yayasan Masagung, 1993.

Al- Mashry, Abu Abdurrahman dan Yusuf Sayid bin Ahmad Abu, Kumpulan Fatwa Kesehatan Wanita, (Surakarta : Gazzamedia, 2009).

Umam, Cholil, Himpunan Fatwa-fatwa Pilihan, Surabaya : Anfaka Predana, 2009.

Dini Kasdu, Solusi Problem Bersalin, Jakarta: Puspa Swara, 2005.

Sulaiman Sastrawinata, et al. Ilmu Kesehatan: Obstetri Patologi, (Jakarta: EGC dan Padjadjaran Medical press, 2005).

Dini Kasdu, Solusi Problem Bersalin, (Jakarta: Puspa Swara, 2005).

Goelardi Wignjosastro, “Masalah Kehidupan dan Perkembangan Janin” Aborsi dari Perspektif Fikih Kontemporer, Jakarta:Kompas, 2006.

Abdul Wahab Khalaf, Ushul Fikih, Bandung: Risalah, 1985.

__________________ Ilmu Ushul Fiqih, Jakarta : Alawiyah, 1973.




DOI: http://dx.doi.org/10.30983/it.v1i1.326

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 Islam Transformatif : Journal of Islamic Studies

Islam Transformatif : Journal of Islamic Studies
Indexed By:



Copyright © 2017 Journal Islam Transformatif
Licensed Under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.